Monthly Archives: June 2005

Proyek Pipa Gas Pakai Produk Dalam Negeri

Jakarta, Kompas – Produksi pipa dalam negeri akan dimanfaatkan pada proyek pembangunan jaringan pipa distribusi dari Provinsi Sumatera Selatan hingga Provinsi Jawa Barat. Komitmen pemakaian pipa lokal tersebut ditandai dengan kontrak pengadaan pipa baja (coated pipes) antara PT PGN pemilik proyek dan PT KHI Pipe Industries sebagai produsen.

Kontrak pengadaan pipa yang ditandatangani Direktur Utama PT PGN, WMP Simandjuntak, dan Direktur Utama KHI Setiawan Surakusumah, Kamis (16/5), bernilai Rp 1,22 triliun. KHI yang memenangi tender pengadaan pipa baja merupakan anak perusahaan Krakatau Steel.

Menurut Simandjuntak, keberhasilan KHI menunjukkan bahwa perusahaan pipa baja lokal memiliki kemampuan bersaing dengan perusahaan di luar negeri. Dengan demikian, di masa depan harus dipertimbangkan agar proyek-proyek pembangunan jaringan pipa gas di dalam negeri bisa menggunakan produk lokal.

Sebagai pemasok pipa baja, KHI bertindak sebagai “lead partner” dari konsorsium yang terdiri atas perusahaan PT Indal Steel Pipe, PT Bumi Kaya Steel Industries, dan PT Steel Pipe Industry of Indonesia. Konsorsium tersebut akan memasok pipa baja sepanjang 272 kilometer dengan diameter 32 inci.

Setelah kontrak ditandatangani, pembangunan fisik megaproyek transmisi gas bumi dari Sumsel ke Jabar fase II (SSWJ Fase II) sepanjang 694 kilometer akan segera dimulai. Hal itu karena pengadaan pipa baja merupakan awal yang menentukan penyelesaian proyek.

Simandjuntak menjelaskan, KHI beserta konsorsium akan mengerjakan sekitar 40 persen dari total panjang pipa transmisi SSWJ fase II.

 

Melalui proses tender

Sekretaris Perusahaan PGN Widyatmiko Bapang menambahkan, KHI dipilih setelah menang tender melalui prosedur yang transparan dan ketat. Bahkan, proses tender disesuaikan dengan international competitive biding (ICB).

Dia menambahkan, peserta tender diundang melalui pengumuman pengadaan pipa baja transmisi di media massa, tanggal 2 Maret 2005 dalam lima surat kabar, termasuk koran berbahasa Inggris.

Tahap pemasukan penawaran untuk pengadaan pipa baja dilaksanakan pada 25 April 2005. Saat itu, lima perusahaan memasukkan penawaran dan mengikuti pembukaan proposal penawaran.

Kelima perusahaan itu adalah PT KHI Pipe Industries beserta konsorsium, China Petroleum Technology and Development Corps, PT Trihata Buana/Salzgitter Mannesman International, Daewoo International Corps, dan PT Abadi Kuasa Karya/Welspun SGRL.

Kelima perusahaan tersebut dinyatakan memenuhi persyaratan lelang. Tetapi, dari hasil evaluasi panitia lelang, ditetapkan bahwa KHI beserta konsorsium sebagai pemenang lelang dan disetujui direksi pada 30 Mei 2005.

Sebelumnya, kalangan pengusaha anggota Gabungan Pabrik Pipa Baja Indonesia (Gapipa) mendesak pemerintah untuk lebih serius membela industri dalam negeri. Khususnya bersaing fair dalam proyek migas di Indonesia yang dibiayai oleh dana internasional.

Harapan Gapipa itu, seperti dikatakan ketuanya Soesamto, terkait dengan Proyek Pipanisasi Gas Sumatera Selatan-Jawa Barat sepanjang 375 kilometer yang keseluruhan membutuhkan 107.000 metrik ton pipa baja. Jumlah itu sama dengan 12 persen dari kapasitas terpasang enam produsen pipa baja nasional untuk migas.

Soesamto mengungkapkan, proyek itu dibiayai lembaga internasional, maka diisyaratkan bahwa kontraktor utamanya harus perusahaan asing. Sementara itu, 50 persen barang modal untuk kebutuhan proyek tersebut juga harus diimpor. Adapun sisanya, 50 persen, baru ditenderkan secara internasional.(BOY)