Monthly Archives: January 2007

Pemegang Saham Restui IPO KHI Pipe

JAKARTA – Bisnis Indonesia: Rapat umum pemegang saham PT Krakatau Steel (KS) yang berlangsung pekan lalu menyetujui rencana penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) anak perusahaannya yaitu PT KHI Pipe Industri dengan target meraup Rp 118 miliar.
Komisaris Utama Krakatau Steel Amir Sambodo mengatakan RUPS juga menyetujui divestasi 10% saham PT Pelat Timah Nusantara (Latinusa) kepada pemodal strategis yang selanjutnya akan diteruskan dengan IPO pada 2008.

“Semula terdapat tiga anak perusahaan yang akan didivestasi yaitu KHI Pipe Industry, Latinusa, dan PT Krakatau Medika. Namun, khusus untuk Krakatau Medika akan dikaji kembali dengan dua opsi yang akan dipertimbangkan yaitu didivestasi atau membentuk kerja sama operasi dengan entitas bisnis lain,” ujarnya, kemarin.

Dia memaparkan jumlah saham KHI Pipe yang dilepas dibatasi maksimum 30%. “Dana sebesar Rp118 miliar akan digunakan untuk investasi pada peralatan coating dan mesin pembuat pipa. Selain itu perseroan berencana membiayai kembali utangnya yang berbunga tinggi.”

Namun, jumlah kebutuhan dana yang akan dimanfaatkan untuk membiayai kembali utang itu masih dihitung kembali.

Dia menjelaskan dana yang diperoleh dari divestasi 10% saham Latinusa ditargetkan menghasilkan dana minimum Rp70 miliar. Dana tersebut, lanjut dia, akan dialokasikan untuk peningkatan kapasitas produksi Latinusa yang saat ini 130.000 ton per tahun menjadi 160.000 ton per tahun.

“Setelah kapasitas produksi meningkat, baru kami menggelar penawaran umum perdana sehingga dana yang diperoleh bisa optimum.”

Dia menjelaskan RUPS Krakatau Steel belum memutuskan mengenai rencana IPO BUMN penghasil baja tersebut.

Saat ini, perusahaan pelat merah itu memiliki 93,20% saham KHI Pipe dan 93,87% saham Latinusa.

Latinusa memproduksi lembaran timah sebagai bahan baku kemasan kaleng, sedangkan KHI Pipe menghasilkan pipa baja spiral.

Krakatau Medika semula merupakan unit rumah sakit yang merupakan bagian dari Krakatau Steel. Kegiatan usaha Krakatau Medika adalah mengelola Rumah Sakit yang berlokasi di kawasan industri Cilegon.

Saat ini Rumah Sakit Krakatau Medika memiliki 144 tempat tidur dengan luas bangunan 12.500 meter persegi di atas lahan seluas 13,5 hektare.

 

Perusahaan Patungan

Amir juga menjelaskan RUPS telah menyepakati rencana perseroan membentuk perusahaan patungan (joint venture) dengan Al Tuwairqi yang memerlukan dana US$300 juta-US$500 juta.

Namun, RUPS mensyaratkan adanya studi kelayakan yang memadai untuk memastikan potensi dan keperluan penyediaan dana yang menjadi kewajiban Krakatau Steel.

Dia memaparkan apabila hasil studi kelayakan menunjukkan rencana ini bisa direalisasikan, maka BUMN itu akan menggandeng mitra baru.

Amir juga menjelaskan RUPS telah menyetujui rencana Krakatau Steel masuk dalam bisnis pertambangan sebagai pemegang saham minoritas.

Al Tuwairqi adalah salah satu produsen besi baja terkemuka di Arab Saudi dan telah melebarkan sayapnya ke sejumlah negara seperti Pakistan.

Grup Al Tuwairqi membangun konsorsium dengan Magnitogorsk Iron & Steel Works dari Rusia dan Arif Habib Securities Pakistan untuk membeli 75% saham Pakistan Steel Mills dengan harga US$361 juta.