Category Archives: News

PT KHI Pipe Industries Suplai Pipa untuk Mendukung Pengembangan Blok Migas Pertamina

Berbagai industri dan bisnis di tanah air mengalami perlambatan, imbas pandemi virus Covid-19, tak terkecuali industri baja dan turunannya. Meski demikian, PT KHI Pipe Industries tetap melakukan operasi dan melakukan pengiriman pipa seperti biasa tanpa hambatan dengan mengacu pada protokoler Covid-19.

PT KHI Pipe Industries melakukan pengiriman pipa dengan spesifikasi Pipa ERW (Electric Resistance Welding) ASTM A252 Grade 2 dan Pipa ERW API 5L X52 sebanyak 1.141 Ton dengan tujuan Saliki Dock, Muara Badak, 40 Km utara Kota Samarinda. Pipa-pipa tersebut digunakan untuk mengembangkan produksi minyak di Indonesia, khususnya Blok Sanga-Sanga oleh PT Pertamina Hulu Sanga Sanga. Diharapkan dengan terjalinnya sinergi BUMN ini dapat menciptakan Indonesia yang lebih baik.

Menjaga hubungan dengan Customer melalui Teleconference di tengan Pandemi Covid-19

Sebagai upaya pencegahan tersebarnya virus corona (Covid-19), PT KHI Pipe Industries memberlakukan kebijakan kepada seluruh karyawan yang berada di Jakarta agar bekerja dari rumah (Work From Home/WFH). Atas kebijakan tersebut menyebabkan mobilitas, kunjungan, dan komunikasi KHI kepada seluruh customer kurang maksimal. Untuk tetap menjaga intensitas hubungan antara KHI dengan customer, maka dilakukan customer engagement dengan menggunakan teleconference. Hal ini merupakan salah satu langkah untuk mencegah penyebaran virus corona dan bertujuan menjelaskan serta menanyakan situasi & kondisi customer di tengah wabah pandemic saat ini.

Dalam kegiatannya, KHI berusaha memberikan support kepada para customer agar tetap terus  bersemangat dan menjaga selalu kesehatan. Selain itu, KHI juga menjelaskan langkah-langkah untuk pencegahan dan kewaspadaan virus corona dengan selalu mengecek suhu tubuh karyawan/tamu yang masuk, menyediakan tempat cuci tangan/hand sanitizer di tempat-tempat strategis serta menerapkan physical distancing. Kegiatan ini selalu diikuti oleh para dewan direksi dan general manager serta beberapa manager dan sales yang bersangkutan.

Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, hubungan yang terjalin antara KHI dengan customer tetap terjaga dan saling support di tengah kondisi saat ini.

Pengiriman Pipa Untuk Proyek Perpanjangan Dermaga Peti Kemas Milik PT. Pelindo III

Hai Sahabat Pipa!
Apa jadwal kamu hari ini? Work From Home (WFH) atau Work From Office (WFO)? Apa aja jadwalnya, tetep harus semangat yah!
Nah teruntuk beberapa Sahabat Pipa yang bertugas di Direktorat Produksi setiap hari adalah jadwal WFO dan mengawali minggu ke-tiga di bulan April KHI telah berhasil melakukan pengirim pipa yang akan digunakan untuk Proyek Perpanjangan Dermaga Peti Kemas 80×150 meter milik PT Pelindo III
Pipa dengan spesifikasi A.252 ini merupakan milik dari PT. Krakatau Engineering dan PT AMKA yang menjalankan proyek secara Kerjasama Operasional (KSO)
Pengiriman perdana pipa Proyek Perpanjangan Dermaga Peti Kemas Teluk Lamong ini disaksikan langsung oleh Plt. Direktur Utama KHI I Ketut Sunarwa dan Utomo Nugroho selaku Direktur Utama PT.KE

khipippeindustries #krakatausteelgroup #sinergiBUMN

PT KHI Pipe Industries mendapatkan proyek pembangunan pipa pancang untuk proyek Teluk Lamong sebesar ± 8.500 Ton

Di awal tahun 2020, PT KHI Pipe Industries mendapatkan proyek pembangunan pipa pancang untuk proyek Teluk Lamong sebesar ± 8.500 Ton. Proyek ini merupakan salah satu sinergi Krakatau Steel Group bersama dengan PT Krakatau Engineering. PT Krakatau Engineering menggandeng PT Amarta Karya (Persero) dalam mengerjakan EPC kontraktor untuk proyek tersebut. Adapun spesifikasi dari proyek ini adalah pipa Spiral/HSAW (Helical Submerged Arc Welding).

Dengan adanya proyek ini, diharapkan dermaga Teluk Lamong dapat menambah kapasitasnya hingga mencapai target pertumbuhan sebesar 5% dari capaian 2018 dimana komoditas yang dominan masih seputar soya bean, gandum, dan jagung. Terminal yang pada 2015 lalu diresmikan oleh Presiden Joko Widodo ini mengusung konsep Go Green dengan menggunakan bahan bakar gas dan meminimalkan emisi dari keseluruhan proses bisnisnya. Diharapkan penyelesaian pipa proyek ini dapat diselesaikan di bulan April 2020.

KHI dan Pabrikan Pipa Baja Nasional Menyelenggarakan acara “Forum Implementasi Nota Kesepahaman antara SKK Migas dengan Cluster Flat dan Pipe Product IISIA”

Setelah ditandatanganinya Nota Kesepahaman antara SKK Migas dan IISIA yang pada tanggal 9 November 2018, The Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA) kembali menyelenggarakan Forum Implementasi Nota Kesepahaman antara SKK Migas dengan Cluster Flat dan Pipe Product IISIA.

Kegiatan yang didukung penuh oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) ini dilaksanakan pada tanggal 12 – 13 Februari 2020 di Surabaya, Jawa Timur. Acara dibuka oleh Purwono Widodo, Chairman IISIA, dilanjutkan sambutan oleh Tunggal selaku Deputi Pengendalian Pengadaan SKK Migas.

Tunggal menyampaikan bahwa Forum Implementasi Nota Kesepahaman ini merupakan review kinerja, pencapaian dan evaluasi atas nota kesepahaman antara SKK Migas dengan IISIA yang telah berlangsung selama kurang lebih 1 tahun ke belakang sebagai bentuk upaya SKK Migas dalam mendorong pencapaian TKDN dalam kegiatan hulu migas. 

Di samping itu juga perlu adanya pembinaan dari KKKS kepada IISIA melalui uji coba dan pemilihan strategi pengadaan yang tepat untuk membantu tumbuhnya industri baja dalam negeri. “Salah satu bentuk pencapaian melalui Nota Kesepahaman dimaksud yaitu berupa pemesanan plat baja dan pipa oleh KKKS kepada anggota IISIA sebanyak 180.000 Ton pada tahun 2018-2019,” ujar Purwono dalam siaran pers, Senin (24/2)

Erwin Suryadi,Kadiv Pengendalian Pengadaan Barang dan Jasa SKK Migas menambahkan bahwa SKK Migas berusaha semaksimal mungkin untuk mencari cara terbaik dalam menjembatani antara kegiatan operasi dan pemenuhan TKDN, sehingga diharapkan forum ini merupakan salah satu bentuk implementasi dari Program Pengembangan Vendor yang dimiliki oleh SKK Migas dalam mengembangkan industri dalam negeri yang mana juga sudah mendapatkan apresiasi yang baik dari para stakeholder.

Acara forum implementasi ini juga dihadiri oleh Kemenko Maritim dan Investasi, Kementerian Perindustrian, Kementerian ESDM, KKKS dan Asosiasi IPERINDO, AFABI dan APROPIPE. Ridwan Djamaluddin sebagai Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Kemenko Maritim dan Investasi RI pada kesempatan ini menyampaikan bahwa sangat mendukung kegiatan ini, karena kunci penting dalam peningkatan investasi dalam negeri adalah meningkatkan penggunaan produk dalam negeri yang terkandung pada program P3DN.

Hal ini sangat serius dilakukan oleh pemerintah dengan dibentuknya Tim Nasional P3DN yang akan terus memantau, mengawasi dan menjamin konsistensi TKDN serta melaporkan kepada presiden. 

Zainuri dari Kementerian Perindustrian juga menyampaikan dukungannya pada penggunaan produk dalam negeri serta masih diperlukannya pengawasan ketat terhadap penggunaan produk dalam negeri sehingga perlu dilakukan koordinasi antar kementerian lebih lanjut agar efektivitas program P3DN dapat berjalan dengan baik.

Dalam kesempatan yang sama, Naufal Noor Rochman perwakilan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM RI pun berpendapat bahwa begitu banyak tantangan yang terjadi dalam penggunaan produk dalam negeri terutama pengendalian impor barang operasi, oleh karena itu pihaknya minta dilibatkan sejak perencanaan agar proses master list tidak menjadi penghambat dalam pelaksanaan proyek dan penggunaan produk dalam negeri dapat lebih optimal.

Sementara itu, Hardiman Utomo, Chairman Pipe Product Cluster IISIA mengharapkan adanya dukungan dari pemerintah dan KKKS untuk selalu berpihak pada produk dalam negeri guna meningkatkan pertumbuhan industri dalam negeri.  Erwin Suryadi menutup acara ini dengan mengajak seluruh stakeholder baik pemerintah maupun industri dalam negeri untuk bersama-sama mengembangkan kapasitas yang dimiliki industri besi/baja dalam negeri sehingga dapat memenuhi kualitas, delivery serta harga yang kompetitif.

KHI Suplai Pipa Baja dalam Sinergi BUMN untuk Kembangkan Dermaga Tanjung Emas

PT KHI Pipe Industries (KHI) melakukan pengiriman perdana pipa proyek Pengembangan Dermaga Pelabuhan Tanjung Emas pada Senin (1/7) lalu. Proyek Pengembangan Dermaga Pelabuhan Tanjung Emas milik PT Pelindo III merupakan Proyek Sinergi empat BUMN, yaitu PT  Hutama Karya sebagai kontraktor, PT Krakatau Steel melalui anak usahanya PT KHI Pipe Industries mensuplai pipa konstruksi dan  PT Bhanda Graha Reksa sebagai transportir.

Pada proyek pengembangan dermaga tersebut, dimensi terminal seluas 38 x 300 meter ditinggikan 2,1 meter low water spring (LWS) atau permukaan airnya. Pengembangan ini dilakukan agar dermaga yang semula untuk general cargo, bisa menjadi dermaga peti kemas.

KHI mensuplai pipa dengan spesifikasi ASTM A252 untuk konstruksi dermaga pelabuhan Tanjung Emas dengan total order sebanyak 7.300 ton. Pipa dengan diameter bervariasi antara 32-47” dan panjang masing-masing 12 meter ini menggunakan aplikasi coating 3LPE (three layer polyethylene) dan varnish. Seluruh bahan baku Hot Rolled Coil (HRC) yang digunakan di dalam pembuatan pipa ini berasal dari hasil produksi Krakatau Steel.

Direktur Utama PT KHI Pipe Industries Jati Santiono mengatakan, Krakatau Steel bersama anak usahanya akan selau berupaya mendukukung pembangunan infrastruktur dalam negeri yang akan bermanfaat bagi kemajuan bangsa. Produk Krakatau Steel dan turunannya memiliki kualitas yang baik dan mampu memenuhi spesifikasi untuk konstruksi pembangunan.

“Melalui sinergi BUMN yakni PT Hutama Karya sebagai kontraktor, KS melalui anak usahanya mensuplai pipa konstruksi dan PT Bhanda Graha reksa sebagai transportir dapat menumbuh kembangkan industri baja dalam negeri sebagai mother of industries,” ungkap Jati.

Jati juga menyatakan, pihaknya juga akan menyelesaikan pengiriman pipa tepat waktu dengan tetap memperhatikan kualitas produk dalam setiap proyek yang dijalankan.

SURAT EDARAN LARANGAN GRATIFIKASI

Sesuai dengan Tata Kelola Perusahaan yang telah diberlakukan di PT KHI Pipe Industries, seluruh Pejabat dan Karyawan PT KHI Pipe Industries diwajibkan untuk memperhatikan Prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG) sebagai berikut :

  1. Dewan Komisaris, Direksi, dan seluruh Karyawan PT KHI Pipe Industries dilarang menerima dan wajib menolak gratifikasi yang dilarang dalam bentuk apapun dari pihak-pihak yang memiliki kepentingan dengan perusahaan secara langsung maupun tidak langsung.
  2. Atas gratifikasi yang terlanjur diterima karena tidak diketahui proses pemberiannya, harus dilaporkan dan diserahkan kepada Unit Pengendalian Gratifikasi (Corporate Secretary) selambat-lambatnya lima hari kerja sejak penerimaan gratifikasi.
  3. Dengan melaporkan dan menyerahkan gratifikasi sebagaimana dimaksud pada point 2 kepada Unit Pengendalian Gratifikasi maka Penerima terbebas dari pelanggaran ketentuan tentang gratifikasi.
  4. Setiap pelanggaran yang dilakukan oleh Pejabat dan Karyawan PT KHI Pipe Industries akan dikenakan sanksi berdasarkan peraturan dan ketentuan yang berlaku di Perusahaan.

Demikan Surat Edaran ini untuk diperhatikan dan dilaksanakan oleh semua Pejabat dan Karyawan PT KHI Pipe Industries.

Cilegon, 20 Mei 2019
PT KHI Pipe Industries,

 

JATI SANTIONO
Direktur Utama

049_Edaran Larangan Gratifikasi 2019

KHI Mendapatkan Pekerjaan Pipa Proyek Bandara (New Yogyakarta International Airport – NYIA) Kulon Progo Di Akhir Tahun 2018

NYIA

Image 1 of 5

Hai Sahabat Pipa! . Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) resmi beroperasi pada 6 Mei 2019 kemarin. Tahukah kamu bahwa konstruksi bangunan pada Bandar Udara tersebut menggunakan pipa produksi KHI ? . Proyek dengan total volume sebesar ± 10.000 Ton itu didapatkan KHI diakhir tahun 2018 dan berhasil diselesaikan sesuai dengan target yang ditetapkan yaitu Jan 2019. Proyek ini menggunakan pipa ERW/HFRW (High Frequency Resistance Welding) dan beberapa pipa jenis Spiral/HSAW (Helical Submerged Arc Welding). . Bandar Udara Yogyakarta dibangun di Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta diharapkan menjadi solusi untuk mengatasi kelebihan muatan penumpang di Bandara Adi Sucipto Yogyakarta. . KHI bangga bisa berkontribusi untuk pembangunan negeri. Jayalah KHI, Jayalah Krakatau Steel!! 

Konsisten Terapkan Budaya K3, KHI Kembali Raih Penghargaan P2K3 Provinsi Banten

KHI  kembali meraih 2 penghargaan bergengsi dalam bidang Keselamatan & Kesehatan Kerja (K3) Tingkat Provinsi Banten. Masing – masing penghargaan tersebut adalah penghargaan Perusahaan Nihil Kecelakaan Kerja (Zero Accident) dan Penghargaan Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) tingkat Provinsi Banten tahun 2018.

DSC02776-1024x680Penghargaan tersebut diserah-terimakan di Pendopo Kantor Gubernur Banten oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten  H. Al Hamidi kepada Nizar Achmad Direktur Utama KHI yang di dampingi oleh Syarbini Chief Engineer of Production.

KHI menjadi satu dari total sekitar 250 perusahaan di Provinsi Banten yang juga mendapatkan penghargaan dari Gubernur Banten, dimana 115 perusahaan mendapat penghargaan Perusahaan Nihil Kecelakaan Kerja (Zero Accident) dan sisanya 135 perusahaan mendapatkan penghargaan Panitia Pembina Keselamatan & Kesehatan Kerja (P2K3) Terbaik Tingkat Provinsi Banten Tahun 2018.

DSC02780-1024x680

Krakatau Steel Group Siap Penuhi Kebutuhan Pipa di Tahun 2019

Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Mas Wigrantoro Roes Setiyadi mengatakan Krakatau Steel siap untuk memenuhi kebutuhan pipa minyak dan gas di tahun 2019, terlebih jika pabrik Hot Strip Mill (HSM) 2 beroperasi penuh.
“Kami akan menggandeng PT KHI Pipe Industries dan PT Krakatau Posco untuk mendukung kerja sama suplai pipa baja minyak dan gas,” kata Mas Wigrantoro di Cilegon, Selasa, terkait kunjungan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) serta Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) beberapa waktu lalu.
PT KHI Pipe Industries merupakan anak usaha Krakatau Steel di tahun 2017 mampu memproduksi pipa baja untuk kebutuhan minyak dan gas sejumlah 34.654 ton dengan penjualan sebesar 27.392 ton.
Sedangkan untuk keperluan pengawasan proyek maka pemerintah dapat menunjuk PT Krakatau Engineering yang memiliki kompetensi dalam project management.
Kunci keberhasilan dari penggunaan produk dalam negeri adalah kualitas dan competitiveness, sehingga SKK Migas mendorong para produsen dalam negeri terus meningkatkan kemampuan dan mencari bentuk efektivitas dan efisiensi proses produksi sehingga tercipta efektivitas dan efisiensi yang menyeluruh di industri hulu migas.
Kedepan akan dilakukan kolaborasi yang sama seperti yang dilakukan saat ini untuk komoditas lainnya, seperti dengan galangan kapal dan barang/jasa pendukung untuk proyek konstruksi.
Krakatau Steel pun berharap peran pemerintah dapat menjaga kelangsungan industri baja dalam negeri. Salah satunya dengan mendorong regulasi untuk menjamin ketersediaan gas alam dan listrik dengan harga murah, regulasi perdagangan baja yang mendukung pengembangan industri baja domestik serta kebijakan peningkatan penggunaan produk baja domestik bagi proyek-proyek pemerintah.
Sebelumnya SKK Migas dan BPH Migas melakukan kunjungan ke Krakatau Steel sebagai bentuk dukungan untuk penggunaan material pipa baja untuk Kebutuhan minyak dan gas.
SKK Migas dalam kunjungan tersebut dihadiri  Wakil Ketua SKK Migas Sukandar (sebelumnya menjabat Direktur Utama Krakatau Steel) sedangkan mewakili BPH Migas hadir Kepala BPH Migas  M. Fanshurullah Asa.
Dalam kunjungan ini dibahas tentang penggunaan material pipa baja untuk kebutuhan fasilitas pabrikasi minyak dan gas bumi.
Merujuk pada Pedoman Tata Kerja 007 Buku Kedua Revisi 04 tahun 2017 yang diterbitkan oleh SKK Migas, dimana barang/jasa dalam negeri yang tercantum di dalam Buku APDN yang ditetapkan oleh Kementerian ESDM, Daftar Inventarisasi Barang/Jasa Produksi Dalam Negeri yang diterbitkan oleh Kementerian Perindustrian, serta Approved Manufacturer List (AML) yang ditetapkan SKK Migas, menjadi suatu kewajiban untuk digunakan oleh KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama), Kontraktor, maupun Subkontraktor.
Dalam kunjungan ini SKK Migas dan BPH Migas mendorong adanya kerja sama suplai bahan baku pipa baja dari Krakatau Steel sebagai produsen baja dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan fasilitas pabrikasi minyak dan gas bumi.
Sukandar menyatakan bahwa SKK Migas akan mendukung segala bentuk kegiatan yang berhubungan dengan peningkatan penggunaan produk dalam negeri serta hal-hal yang dapat menciptakan efiensi dalam proses pengadaan.
“Kami berharap bahwa Krakatau Steel dapat lebih turut serta dalam proyek-proyek pemerintah terkait dengan pengadaan pipa minyak dan gas,” ujarnya.
Hal ini juga sebagai upaya mendorong industri baja dan pipa dalam negeri agar dapat menghadapi kompetisi global khususnya di kawasan perdagangan bebas (Free Trade Area).
Sedangkan M. Fanshurullah Asa mengatakan dalam penyusunan owned estimate pengendalian investasi pembangunan pipa minyak dan gas rencananya akan melibatkan Krakatau Steel mulai dari desain, pengadaan, hingga pengawasan.
Dikutip dari www.banten.antaranews.com